Tips Saat Salah Penerbangan (Harus Nginap di Bandara)

Oke. Intro sedikit dulu. Beberapa hari sebelum kepulangan saya dari Jakarta ke Makassar, saya cukup plin-plan untuk memutuskan mengambil flight Minggu malam atau Senin pagi, ataupun Senin malam. Hati sudah ingin pulang, tapi masih ada urusan yang belum kelar. Masalah tanggal, saya pun salah lihat tanggal. Saya kira tanggal 19 jatuh di hari Minggu, yang ternyata jatuh di hari Senin.

Dengan taksi Margonda Depok – Ps. Minggu Rp60.000 dan Damri Ps. Minggu – Bandara Rp40.000, saya tiba di Terminal 1A. Dengan 2 koper, 1 kardus besar, dan 1 tas besar, saya tak menyadari apa pun saat petugas pun mempersilakan saya masuk ke dalam ruangan untuk check-in. Baru saat saya masuk ke dalam ruangan, astaga, ini tanggal 18 dan penerbangan saya baru besok malam.

Angin berhembus. Rumput bergoyang.

Saya mendatangi loket customer service li** air, dan ternyata, saya tidak bisa refund tiket dan jika ingin mengambil penerbangan lain pun, saya kena charge lebih mahal dari harga tiket saya. Ada beberapa option yang kemudian terpikir :

a. Balik ke Depok dgn transport semula saya ke bandara dan berangkat besok (PP) Rp200.000,-
b. Ke rumah tante di Kemanggisan. Cek di peta sekitar 20-30 KM, estimasi harga taksi lebih mahal. Walau kepikiran (ini baru aja mikirnya, saya naik Damri terdekat dari Kemanggisan lalu naik taksi, estimasi biaya juga ga sedikit. dan saya tidak mau ribet (mengingat barang ada 2 koper, 1 kardus ukuran 60x50cm, 1 tas besar, 2 tas jinjing) dulu baru naik taksi. Saya belum pernah membawa barang sebanyak dan seberat ini ke bandara.
c. Nginap di hotel terdekat dan menggunakan taksi ke sana
d. Nginap di bandara. Duduk kosong sambil galau.

Segera saya searching  info dan berharap ada hotel murah walaupun ragu karena penginapan pasti sekitar Rp400.000,-. Agen perjalanan yang terbuka adalah Peg*-peg* yang menawarkan beberapa hotel dan penginapan sekitar dua ratus ribuan. Wow. Tapi karena tidak begitu mengerti (malas untuk memahami lagi) syarat dan ketentuannya, saya memutuskan menggunakan Travel*** lagi seperti biasa, walau tarifnya lebih mahal sekitar Rp15.000,-

Saya memilih Aerofans Inn di Kompleks Aeropolis dengan harga Rp260.121,- (include breakfast) di Travel*** dari harga normal Rp330.000,- yang harus dibayar jika langsung bayar di hotel.
Sebelum membayar, saya mencari no.telepon hotel dan memastikan ada kamar kosong serta jasa shuttle bus bandara-hotel yang ditawarkan (termasuk berapa chargenya). Aerofans memberikan fasilitas free shuttle bus.

Oh, iya. Beberapa hotel hanya untuk transit selama 8 jam untuk 1 reservasi, bukan 1 night seperti biasa. Awalnya, saya berencana menginap di Swif* Inn Hotel Aeropolis. Hotel ini menawarkan harga yang sama dengan Aerofans di Rp230.000,- (exclude breakfast) dan ternyata hingga rate Rp300.000 masih exclude breakfast. Saya batalkan dan deal dengan 1 room Aerofans.

Pukul 20.00 WIB tepat saya menghubungi hotel dan meminta untuk dijemput di Terminal A1. Oleh salah satu reservasi staff bernawa Iwan, memberikan pelayanan dan info yang sangat baik. Ia berkata saya akan dijemput mobil pukul 21.00 jika saya berkenan menunggu. Saya mengiyakan karena berencana mencari makan dahulu. Di Red Corner, saya mendapatkan kios makanan (samping A&W) yang menjual paket nasi tempe tahu penyet Rp15.000,– makanannya recommended panas dan sambelnya enak dengan harga bersahabat.

Pukul 20.30 saya menunggu hingga 21.00 di samping Mushola dekat loket tiket Damri. Saya menunggu sambil beberapa kali menelpon penginapan untuk mengonfirmasi posisi saya sekaligus mengingatkan mereka untuk menjemput. 21.30 tak kunjung ada yang menjemput saya. Mobil berstiker Aerofans yang dimaksud hanya melaju cepat melewati 1A. Berkali-kali saya konfirmasi dan dengan jawaban tidak menyakinkan, mereka berusaha meyakinkan. Saya jengkel dan kepala saya dongkol. 22.00 saya memutuskan naik taksi ke penginapan yang saya kira masih di komplek bandara. Estimasi taksi 20-30 ribu. Ternyata, Rp70.000 dengan charge 10ribu jd total Rp80.000,- karena letak hotel di belakang bandara dan ditempuh dengan rute yang jauh dari seharusnya. Terpikir “memang yang murah pasti jelek yah?”

Dengan bawaan yang sangat banyak dan hati yang masih sangat kesal, saya check-in di meja resepsionis. Saat staf wanita menanyakan nama, saya menyebut “Harliati, yang udah nunggu 2 jam tapi mobilnya ga datang-datang.” Seorang staf pria langsung mengangkat barang-barang saya ke dalam kamar ketika staf wanita tsb meminta maaf terus-terusan. Mengaku ini kesalahan mereka dll. Panjang lebar dan saya hanya bilang “Mbak, saya ga makan kata maaf Mbak. Kalau saya tau sejauh ini dan pelayanannya seperti ini mending saya cari hotel lain. Kalo dari tadi bilang ga bisa jemput, saya naik taksi daritadi.” Segala kata minta maaf akhirnya ditutup dengan staf tersebut meminta saya menanyakan dan menerima biaya taksi saya ke sana. Saya setuju.

Penginapan ini sama seperti hotel pada umumnya. Ada welcome drink, free wifi, breakfast, ac, tv, hot water. Bedanya, kunci pintu manual dan no tv cable.

Beberapa foto ini penampakan dalam kamar

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Sekilas tentang fasilitas Aerofans

Jpeg

Menu Sarapan

Mandi membuat saya cooling down. Phew.. Overall, kamarnya nyaman dan desain minimalisnya sama sekali tidak mengganggu. Meja dan lacinya kecil. Tidak ada lemari pakaian, hanya gantungan baju.

Telepon dari resepsionis meminta maaf atas kejadian semalam yang sepertinya jadi hot topic di briefing mereka. Staf yang menelpon bilang, saya dapat compliment free extend sampai jam 5 sore atau jam 7 malam sesuai dengam jadwal flight saya jam 9. Saya pun mengiyakan untuk jam 5 dan berterima kasih.

Tiba saatnya breakfast. Walau main coursenya hanya nasi goreng sosis (ENAK BGT) – acar- capcay- telur ceplok, hotel ini ‘berani’ menyajikan sereal dengan susu. WOW. Ada roti bakar dengan butter, orange juice, teh-kopi. Lumayan banget dengan harga Rp28.000,- (yang seharusnya udah bisa untuk berdua)

Pukul 17.00 saya check out dan mobil  hotel mengantar saya ke bandara. Tips yang baru saya dapatkan dari Driver (yang harusnya menjemput saya tapi mengaku tidak diberitahu resepsionis, entah benar atau tidak) adalah kita harus tahu no.telepon Driver dan langsung komunikasi dengan dia, daripada harus ke resepsionis.

Ps : kalo budget lebih banyak, kamu bisa coba Amaris, Pop, atau hotel lainnya yang udah punya nama.

God bless. N keep movin.

2 thoughts on “Tips Saat Salah Penerbangan (Harus Nginap di Bandara)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s