Me, My Self, and I

Seperti yang saya bilang sebelumnya, akhir-akhir ini saya sulit mendapatkan waktu tenang dan nyaman yang bisa dihabiskan sendirian. Menikmati ramai di kepala dalam diam yang ada di sekeliling. Udara yang lebih bebas dan menyenangkan, momen menyenangkan yang menyadarkan manusia seperti saya bahwa bahagia itu sederhana, seperti selalu. Bahagia itu kita sendiri yang menciptakannya, bahkan ketika kita sama sekali tidak melakukan suatu hal pun.

Waktu terus berputar tanpa terjadi satupun hal yang saya pernah saya pikirkan. Begitu banyak scene yang bermain, berjalan, berputar, tapi tak ada satu pun yang berada dalam rencana yang kususun. Semua begitu spontan, seenaknya, semaunya, seenak jidatnya. Kadang-kadang mengagetkan atau sekadar menegur, membangunkan saya yang sedang didekap erat oleh hari-hari yang entah mau apa, entah mau membawa saya ke mana.

Menyusun rencana tak sebebas sebelumnya. Begitu pula untuk menjalankan itu semua. Tak semudah dan sesederhana biasanya. Kini semua butuh pemikiran panjang yang sebenarnya tak berguna. Satu-satunya yang terjadi memberi hikmah pada satu hal. Kesabaran. Hanya itu yang sedang dipelajari sekarang. Kesabaran.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s