Operator Warnet

Postingan ini gue tulis di komputer server di warnet gue, Klik.net Jl. Adhyaksa Baru No.19 Makassar. Yap, ada beberapa hal yang mengantar gue di kursi ini. Pertama, kalo malam, pasti yang jadi operator (OP) adalah anggota keluarga gue. Kedua, ini hiburan buat gue. internetan unlimited dan ruangan ber-AC. Ketiga, sebenarnya gue lagi di Makassar dalam rangka liburan pra-memasuki masa kerja yang akan dimulai di bulan November. Jadi, sekarang gue ke sana ke mari aja dulu. He…

Menjadi OP warnet itu kadang asik kadang nyebelin. Asik adalah pas pelanggan gue pada melek teknologi. Sebenarnya yang paling penting adalah kalau mereka bisa bersabar, gak ‘gi’gili’ (baca: gengges). Nyebelinnya adalah pada saat mereka gak bisa bersabar. Misalnya, kompi baru dinyalain dan mouse gak bisa bergerak atau billing belum nyala, mereka udah manggil2 gue,, “Mbak… ini kok bla bla.” pas gue ke meja mereka. eh udah nyala semua -,-‘ Contoh lain adalah orang yang gak jago internet tapi sotoynya mampus-mampusan. Misalnya nih tadi sore, gue kan lagi jaga, terus ada pelanggan yang manggil gue, beginilah percakapan singkat kami :

Dia: “Mbak, kok saya ga bisa buka email saya?”

Gue: “saya coba bukakan ya mbak. emailnya apa?”

Dia : “email dot kom”

Gue : “ee… maksud saya gmail atau yahoo?”

Dia : “yahoo”

beberapa menit setelah itu….

Dia : “Mbak, kok saya ga bisa ngirim data saya sih ke email?”

Gue : “Oh, ini cuma shortcut Mbak. Jelas ga bisa dikirim. Liat aja ukurannya cuma 1kb”, kata gue pas udah liat kasusnya.

Dia : “tapi di kantor saya bisa loh.”

Gue : “itu karna data aslinya ada di komputer kantor Mbak.”

Dia : “ohhh”. dia lanjut ngomong “kok data-data saya pada hilang? tadi ada kok” -,- gue cuma nyengir dan bilang supaya dia mastiin beneran datanya udah beneran dicopy atau gak. *soalnya gue juga jadi ragu apa dia beneran bisa ngopi data atau gak*

itu cuma kutipan sederhana dari peristiwa yang terjadi di sebuah warnet. kejadian lain misalnya ada yang bau ketek dan manggil gue ke mejanya, itu udah biasa dan gue langsung minta doi untuk pindah meja aja. Ada lagi nih, pelanggan yang belakangan jadi langganan warnet. ga langganan juga sih, tapi dalam dua minggu ini gue bisa nandain dia. namanya Iwan *username kalo online. Sumpah anaknya freak abis. Hari pertama gue naro’ tisu di meja gue dia langsung2 ngambil sambil ngomong sama tembok “untuk umum kan?” gue cuma melongo ngeliat dia. beberapa hari setelah itu gue naro’ snack di meja gue dan dia ngambil sambil mengeluarkan suara yang gak jelas itu sebenarnya ketawa atau ngomong”. Suka banget nyeletuk gak penting dan gue juga ga penting buat ngebales dia jadi kalo ada omongan ga jelasnya, gue anggap lalat lewat aja… nuingnuing…

Seorang OP bukan hanya OP. Orang yang sedang menjadi OP memiliki banyak pekerjaan. misalnya OP merangkap kasir, tukang print, guru kursus internet, penerima ketikan, tukang scan, tukang bersih-bersih warnet, teknisi *walau ini gue masih belum bisa apa2 :)). dan terakhir, OP juga merangkap sebagai aktivis-pendukung-anti-bokep. Hahah… akhir-akhir ini gue sering meminimalisasi kecepatan akses internet pelanggan yang buka bokep. seorang pelanggan, sering banget buka bokep. mungkin dia gak tau kalo OP bisa mantau situs apa yang dibuka pelanggan warnet. Entah dia gak tau atau gak mau tau.

Waktu pukul 10 malam warnet sudah mulai sepi. dan keajaiban untuk seorang OP terjadi.

tiba-tiba datang seorang cowok kece. botak dan agak berisi. datang ngeprint. ramah pula orangnya. wew, yaudah gue bantuin aja. Hahaha… ini nih hiburan walaupun cuma terjadi dalam beberapa menit.

HIDUP OP😀

2 thoughts on “Operator Warnet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s