Standard

kamis

Morning, World. *perut kruyuk-kruyuk gara-gara bangun jam segini -.- Kenapa aku mosting jam segini? Soalnya tadi tidur kecepetan gara-gara kecapean. Hari ini kuliah biasa-biasa aja kecuali ngumpulin tugas yang ngasal *kapok dan dosen matkul sejarah yang keren banget. Doi dosen pengganti di kelas tadi. Karena kelasku udah ketinggalan materi yang cukup banyak, Beliau memberi langsung 3 pokok besar materi. Tapi asli ga ngebosenin. Suara yang ga bikin ngantuk padahal di kelas dinginnnnn, pengetahuan yang mantep, PPT yang cukup, dan selip-selipan info yang dia kasih emang seger banget. Ga heran kalo lumayan dapet feedback dari mahasiswa. Pak Dosen juga nanya apa ada anak Makassar, trus ditanyain tentang Sultan Hasanuddin dan Arung Palaka, untung dengan pengetahuan yang pas-pasan ini bisa kujawab dengan mantap (halaahhhh -.- ).

Habis kuliah, aku, Rani, dan Dewi ke Auditorium Gd.IX buat nonton UI FEST 2011. Hari ini, khusus lomba teater antarfakultas se-UI yang dimulai sejak pukul 10.00-18.00WIB. Konsepnya kaya’ Petang Kreatif (PK) gitu –PK adalah salah satu acara kebanggaan FIB yang diadakan tiap akhir tahun. Acara yang paling ditunggu-tunggu semua warga FIB ini memperlombakan seni peran 15 jurusan yang ada di FIB dengan gaya dan ciri mereka masing-masing. Heboh, berani, eksis. Haha- karena kuliahku baru selesai sore, jadi beberapa penampilan doang yang bisa kutonton. Mulai dari FH (tentang manusia dan hukum), FPsi (Putri Mandalika, putri yang diperebutkan pangeran-pangeran dari segala penjuru –pangerannya perempuan semua masa -.- dengan tampilan perempuan juga, mereka doang yang menyebut diri mereka pangeran–, FKM (putri apaaa gitu, lupa banget. Sori heheee), FIB (terlalu serius -.- tentang perebutan kekuasaan kerajaan, denger2 sih yang main ini adalah prodi yang juara 1 di PK tahun lalu. Keren sih kerennnnn banget –bukan karena aku anak FIB yahhh heheee– soalnya penampilannya maksimal. Lenggokan penarinya bener-bener sensual kaya’ di film Sang Penari –Ronggeng Dukuh Paruk– ditambah lagi adegan action dan efek siluetnya mantep). Fakultas yang terakhir adalah Fasilkom (tentang keserakahan seorang janda kaya yang akhirnya mati karena banjir). Auditorium Gd.IX rameeee banget. Sesak sama penonton dari fakultas-fakultas yang datang berjubelan dan sampe-sampe ga ada space buat jalan di mana pun. Hmm.. Tapi masih kerenan PK lah yah. Jauhhh. *sok :p

Pulang dari kampus, aku minta ditemenin Dewi nyari baju. Ya lagi pengen aja. Tapi karena udah cape banget, aku cuma mau ke Detos dan cari 1 baju. Nyampe di kosan entah jam berapa, tapi jadinya nongkrong di kamar Intan. Bayangin aja 4 orang cewek seharian beraktivitas, ngumpul di sebuah kamar kecil buat ngobrol (memastikan rencana Pika yang mau karaokean besok, heheee). Semuanya belum mandi! Hoekssss. Ya ga bau-bau gimana sih, masih wangi (iya ga ya? -.-) tapi kucel dan lengketnya itu bikin bingung kenapa kita betah sampe jam10? Hahaaa. Mana si Yuni pake bingung gitu, katanya kenapa aku hari ini cerewet banget. Tumbenan. Ya emang sih tingkat kecerewetan diriku lagi naik-naiknya, haha. Ada yang bilang karena lagi banyak pemasukan dadakan, ada yang bilang karena lagi menikmati kesibukan, ada yang bilang karena ada ‘sesuatu’. Ga tau juga, cuma aku lagi “sayang-sayang dan menikmati hidup” aja. Lagi hepi. Hohoo. Saking menikmati, sampe sekarang belum hafal naskah pementasan dies natalis -.-

*hoam, lanjut tidur yuk all. *laperrr. Bye, GBU all. Smooch.

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s