Esai Syarat K2N UI – Pisang Juga Primadona Pendongkrak Ekonomi

PISANG JUGA PRIMADONA PENDONGKRAK EKONOMI : MEMAKSIMALKAN PEMANFAATAN PISANG DI PULAU ALOR DENGAN PENGOLAHAN MENJADI KRIPIK RASA BARU BERNILAI EKONOMI TINGGI

 

 

Oleh: Harliati

0806353545


Esai ini dibuat sebagai syarat keikutsertaan K2N Universitas Indonesia

 

Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya

Universitas Indonesia

2011

 

Banyak ‘Harta’ di Alor

“Saran saya, kalau mau berlibur, jangan cuma ke Bali, tapi coba ke Nusa Tenggara. Alor ‘gak kalah cantiknya dan masih terjaga keindahan alamnya.” Pernyataan seperti itu sudah dua kali saya dapatkan dari dua teman yang memiliki kegemaran berwisata keliling Indonesia tahun lalu. Saat itu, saya menceritakan keinginan saya untuk berlibur kepada beberapa teman. Namun, karena beberapa kendala, hingga sekarang saya belum bisa ke Pulau Alor.

Pernyataan yang hampir sama juga saya dapatkan dari blog-blog para turis lokal yang sudah pernah menginjakkan kaki mereka dan ‘bertualang’ di Pulau Alor. Keindahan pantai dan dunia bawah laut Pulau Alor selalu mendapat pujian dan decak kagum, serta kebanggaan tersendiri sebagai bangsa Indonesia.

            Namun, ada suatu hal yang mengganjal dalam benak saya. Apakah “kekuatan alam” Pulau Alor yang dapat ditonjolkan dan menjadi sumber perekonomian hanya dari segi pariwisata, yaitu dari keindahan dunia laut dan bawah lautnya? Teman saya yang menceritakan keindahan laut di Pulau Alor juga menceritakan hal yang menyedihkan. Ia berkata pada saya, bahwa di Alor banyak sekali pohon pisang dengan buah yang melimpah. Namun, entah mengapa buah pisang itu tidak dipanen dan dikelola, melainkan dibiarkan jatuh ke tanah dan membusuk, menjadi sampah atau dibiarkan begitu saja di pekarangan rumah-rumah penduduk, menunggu saat mereka dilupakan dan berlalu. Padahal, jika dimanfaatkan dengan baik, pundi-pundi rumah tangga masyarakat setempat dapat terisi lebih baik dengan kehadiran pohon pisang di pekarangan mereka.

 

Mengenal Kepulauan Alor

            Kepulauan Alor berada di Kabupaten Alor yang terletak di bagian utara dan ujung timur Nusa Tenggara Timur (NTT). Ibukota Kabupaten Alor adalah Kalabahi. Kabupaten Alor memiliki luas perairan 10.973,62 km dan luas wilayah daratan 2.864,64 km yang terdiri atas 15 pulau. Pulau yang dihuni penduduk adalah Pulau Alor, Pulau Pantar, Pulau Pura, Pulau Tereweng, Pulau Ternate,  Pulau Kepa, Pulau Buaya, Pulau Kangge dan Pulau Kura, sedangkan yang tidak berpenghuni adalah Pulau Sika, Pulau Kapas, Pulau Batang, Pulau Lapang, Pulau Rusa, dan Pulau Kambing.

            Kekayaan Kepulauan Alor tidak terbatas pada kekayaan hasil laut dan keindahan laut yang membuat namanya dikenal masyarakat dunia, dari Indonesia dan luar negeri. Kepulauan Alor pun memiliki potensi besar di bidang pertanian.

            Sebagian besar penduduk bermata pencaharian sebagai nelayan. Selain itu, mata pencaharian kedua adalah bercocok tanam atau menjadi petani. Keadaan tanah di NTT, termasuk Kepulauan Alor pada umumnya terdiri dari bahan vulkan muda sehingga merupakan tanah-tanah yang subur. Pada umumnya rekasi tanah sedikit masam sampai netral. Ini merupakan suatu jangka reaksi yang optimal bagi hidupnya berbagai jenis tanaman pertanian.[1]

Selain bahan pangan seperti padi dan jagung, komoditas utama pangan di Alor adalah vanili, kayu putih, asam jawa, cengkeh, kemiri, mete, dan kenari. Di antara semuanya, kenari menjadi maskot Alor. Hal ini menyebabkan Alor diberi julukan “Pulau Kenari.” Alor juga kaya dengan hasil perkebunan, seperti mangga dan pisang.

Sifat penanaman padi yang musiman tentu saja tidak diusahakan setiap hari oleh masyarakat. Selain bertani di sawah dengan mengusahakan padi, petani juga menanam jagung. Tanaman palawija juga dihasilkan dari tanah setempat, yaitu kacang panjang, kacang tanah, dan sebagainya. Masyakarat pun menggunakan sistem menanam tumpang sari.2

[1] Peralatan Produksi Tradisional dan Perkembangannya Daerah Nusa Tenggara Timur, hal.10.

2 Peranan Pasar pada Masyarakat Pedesaan Daerah Nusa Tenggara Timur, hal.28.

Pisang; Senyum yang Terlupakan

            Hasil perkebunan yang diusahakan masyarakat bukan hanya berasal dari ladang, tetapi juga dari tanah pekarangan rumah. Mereka menanam ubi-ubian seperti ubi kayu atau singkong. Pohon pisang pun menjadi tanaman yang tidak kurang penting. Dapat dikatakan, di setiap pekarangan rumah warga ditanam pohon pisang. Tanaman pisang termasuk tanaman yang tidak sulit perawatannya. Pohon pisang dapat tumbuh di tanah yang lembab atau kering, dan juga tidak mengenal musim. Dengan kata lain, pohon pisang dapat dipanen sepanjang tahun.

Permasalahan : Ada Apa dengan Pisang?

Kekayaan alam Alor terlihat sangat kontras dengan keadaan ekonomi masyarakat setempat. Roda ekonomi terasa berputar sangat lambat di pulau tersebut. Seharusnya, di tanah yang subur terjadi sistem perputaran uang yang baik dan dinamis. Namun, Alor masih belum dapat mencapainya.

Hal yang disayangkan apabila di suatu daerah yang memiliki sumber daya alam dalam bidang pertanian, yaitu pisang, tidak dimanfaatkan dengan maksimal. Padahal, pisang merupakan buah yang akrab dengan masyarakat Indonesia.

Seperti penjelasan di atas, hasil perkebunan utama di Alor meliputi vanili, kayu putih, asam jawa, cengkeh, kemiri, mete, dan kenari. Hal ini mungkin saja membuat hasil pertanian seperti pisang tidak begitu dipentingkan oleh masyarakat. Minimnya pemikiran kreatif dan pemanfaatan sumber daya alam yang melimpah ini menyebabkan pisang tidak dianggap sebagai komoditas dengan nilai ekonomi yang tinggi.

Jumlah pisang yang melimpah di Alor tidak diolah oleh masyarakat dapat disebabkan oleh beberapa faktor sebagai berikut.

  1. Jumlah pisang yang terlalu banyak setelah dikonsumsi secara maksimal pun masih melimpah dan membuat masyarakat bosan dengan pisang.
  2. Kurangnya pengetahuan masyarakat setempat tentang gizi dan manfaat pisang sehingga dapat diolah menjadi banyak.
  3. Kurangnya kreativitas dan pendisitribusian olahan pisang sehingga dapat dijadikan usaha rumahan.

Meninjau permasalahan minimnya pengolahan dan pemanfaatan pisang di Kepulauan Alor, saya mengusulkan program pengolahan pisang dalam yang awet agar dapat dijual dengan nilai ekonomi yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pisang sebagai buah mentah. Makanan dengan bahan dasar pisang dapat dikirim ke luar daerah Alor. Baik ke daerah lain di Nusa Tenggara, pulau-pulau lain di Indonesia, hingga ke mancanegara. Dengan demikian, pisang dari Kepulauan Alor dapat dimaksimalkan manfaatnya dan menjadi salah satu jalur peningkatan taraf ekonomi masyarakat setempat.

Pisang

Pisang adalah tanaman jenis Musa, buahnya berdaging dan dapat dimakan, ada bermacam-macam, yaitu pisang ambon, pisang barangan, pisang raja, pisang raja sereh, pisang uli, dan sebagainya.3 Buah pisang sebagai bahan pangan merupakan sumber energi (karbohidrat) dan mineral, terutama kalium.

Pisang secara tradisional tidak dibudidayakan secara intensif. Hanya sedikit yang dibudidayakan secara intensif dan besar-besaran dalam perkebunan monokultur, seperti ‘Gros Michel’ dan ‘Cavendish’. Jenis-jenis lain biasanya ditanam berkelompok di pekarangan, tepi-tepi lahan tanaman lain, serta tepi sungai.

3 Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga, hal.880.

Pengelolaan Pisang

            Agar hasil olahan pisang dapat didistribusikan di luar Pulau Alor, kudapan yang diproduksi harus berupa kudapan yang tahan lama dan awet, tetapi tetap berdaya ekonomi tinggi. Salah satu jenis kudapan yang memenuhi dua kriteria tersebut adalah kripik pisang. Namun, kripik pisang yang diproduksi bukan sekadar kripik pisang yang digoreng kering begitu saya. Saya mengusulkan dua jenis kripik pisang yang dapat menjadi pilihan masyarakat, yaitu sebagai berikut.

  1. Crispina Caranari (Krispi Pisang Karamel Kenari) *

Pisang yang merupakan bahan utama kudapan sangat mudah ditemui dan melimpah di Alor. Sama halnya dengan kenari dari daerah ini. Karamel yang dibuat dari gula pasir yang dilelehkan pun mudah dibuat. Selain menambah rasa manis pisang, karamel pun berfungsi sebagai perekat kenari dengan pisang.

  1. Crispina Choco (Krispi Pisang Cokelat) *

Cokelat bubuk yang bersifat kering dapat merekat dengan mudah dan lama di kripik pisang. Rasa favorit ini pun disukai semua kalangan masyarakat dan lapisan usia.

Ketiga bahan tersebut, yaitu pisang, karamel, dan kenari termasuk bahan baku yang kering sehingga tahan lama dan siap untuk dijual ke luar Pulau Alor. Kedua resep kudapan hasil olahan pisang di atas dapat dibuat menggunakan jenis pisang apa pun. Cara dasar pembuatannya pun sudah tidak asing dan dapat dilakukan dengan alat yang sederhana. Selain menyehatkan dan bahan pembuatannya mudah didapatkan masyakarat, hasil penjualan keripik pisang dapat mencapai nilai yang tinggi, yaitu dengan inovasi penyajiannya.

* resep terlampir

Peran Semua Pihak

            Peran dan keaktifan semua pihak sangat dibutuhkan dalam usaha pengolahan kudapan pisang yang berasal dari Pulau Alor. Kesadaran akan potensi sumber daya alam dan industri rumah tangga dalam masyarakat Alor memberikan hasil yang tidak akan mengecewakan. Aparatur pemerintahan setempat pun sangat berperan dalam pendistribusian makanan ini. Dengan kerjasama yang baik, keripik pisang dapat menjadi “Primadona” pendongkrak ekonomi masyarakat dan tidak seharusnya ia terlupakan begitu saja.

 

 

 

 

 

 

 


 Daftar Pustaka

 

Buku

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1990. Masyarakat Petani Matapencaharian Sambilan dan Kesempatan Kerja Daerah Nusa Tenggara Timur. Jakarta.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1990. Peranan Pasar pada Masyarakat Pedesaan Daerah Nusa Tenggara Timur. Jakarta.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1991. Peralatan Produksi Tradisional dan Perkembangannya Daerah Nusa Tenggara Timur. Jakarta.

Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa. 2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Edisi 3. Jakarta: Balai Pustaka.

Website

http://alorkab.go.id/newalor/index.php?option=com_frontpage&Itemid=1. Diakses 26 Maret 2011.

http://alle.wordpress.com/2007/11/17/kenangan-alor-ntt/. Diakses 26 Maret 2011.

Referensi resep

www.yukwirausaha.comyr.com. Diakses 26 Maret 2011.

Biografi Penulis

Nama               : Harliati

NPM               : 0806353545

Program Studi : Indonesia

Fakultas           : Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya

Universitas      : UI

Ratron             : harliatiharun@gmail.com

blog                 : www.tulisananakkos.wordpress.com

                          www.halotoraja.wordpress.com

 


Lampiran Resep Kudapan

Crispina Caranari (Krispi Pisang Karamel Kenari)

 

Bahan-bahan utama Keripik Pisang:

  • Pisang muda 10 kg
  • Gula pasir
  • Kenari

Bahan-bahan pengolahan Keripik Pisang :

  • Minyak goreng (sesuai kebutuhan)
  • Garam masak (sesuai kebutuhan)

Cara pengolahan Keripik Pisang:

  1. Kupas pisang, lalu iris tipis, langsung cuci dengan air bersih, lalu tiriskan. Rendam irisan pisang dalam larutan garam selama ± 8 menit ( 10 gr garam per 1 liter air ) sampai terendam seluruhnya.
  2. Panaskan minyak goreng dalam wajan, masukkan irisan pisang dari rendaman dan goreng selama 3-5 menit. Seluruh permukaan pisang harus terendam minyak goreng, aduk-aduk perlahan agar panas merata ke seluruh permukaan. Lalu angkat dan tiriskan.
  3. Saat gorengan pisang hamper matang, lelehkan gula pasir sambil terus diaduk-aduk, api yang digunakan api kecil.
  4. Oleskan karamel di kedua sisi pisang, lalu taburi dengan kenari yang telah diiris tipis.
  5. Keripik pisang karamel kenari siap disajikan.

Crispina Choco (Krispi Pisang Cokelat)

Sumber : yukwirausaha.comyr.com

Bahan-bahan utama Keripik Pisang:

  • Pisang muda 10 kg
  • Cokelat bubuk
  • Gula halus
  • Susu bubuk

Bahan-bahan pengolahan Keripik Pisang :

  • Minyak goreng (sesuai kebutuhan)
  • Garam masak (sesuai kebutuhan)

Cara pengolahan Keripik Pisang:

  1. Kupas pisang, lalu iris tipis secara memanjang, langsung cuci dengan air bersih, lalu tiriskan. Rendam irisan pisang dalam larutan garam selama ± 8 menit ( 10 gr garam per 1 liter air ) sampai terendam seluruhnya.
  2. Panaskan minyak goreng dalam wajan, masukkan irisan pisang dari rendaman dan goreng selama 3-5 menit. Seluruh permukaan pisang harus terendam minyak goreng, aduk-aduk perlahan agar panas merata ke seluruh permukaan. Lalu angkat dan tiriskan.
  3. Dalam keadaan masih panas, taburkan gula halus yang telah dicampur dengan cokelat bubuk dan susu bubuk ( @ 100 gr per 2 kg keripik ), aduk perlahan sehingga merata.
  4. Agar cokelat bubuk merata masukkan keripik pisang ke dalam kantong plastik, tambahkan coklat bubuk lalu tutuplah lalu goyang-goyangkan sehingga coklat bubuk merata.
  5. Keripik pisang coklat siap disajikan.

4 thoughts on “Esai Syarat K2N UI – Pisang Juga Primadona Pendongkrak Ekonomi

  1. saya telah mencoba usaha kripik pisang, tapi yang jadi pertanyaan saya bagai mana agar kripik pisang tersebut tahan lama, karena kripik yang saya olah hanya bertahan 2 minggu, bila lebih dari waktu tersebut rasa dan kriuknya juga berubah! mhon sarannya…

    • Mbak, sejujurnya sy juga kurang tahu caranya. Tapi menurut sy, sudah seperti itulah makanan. Ada masanya sudah tdk layak konsumsi. Oleh sebab itu, sedapat mungkin makanan tsb dihabiskan sblm jangka waktunya habis. Sebaiknya tidak usah pake pengawet. Trims🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s