Indah pada Waktunya

hello, gue lagi mosting jam 1 malam. yap, sepertinya gue bakal begadang. tadi sore tuh gue tidur, ngantuk banget. jadi udah deh kebangun dan emang mau ngerjain tugas. gue muter lagu-lagu slow dan kadang-kadang yang semangat buat menghimpun pikiran dan mood gue yang entah ke mana (ke rumah cowok gue kali yak? wkwk). oia, fyi, dia hari ini baru pulang dari luar kota dan gue belum sempat ketemu dia. mungkin besok, mungkin lusa, atau kapan deh, entah dia bisanya kapan buat punya waktu untuk gue. mungkin banyak urusan penting atau dia lagi sibuk atau lagi di rumah keluarga atau di mana atau atau-atau lainnya *entah alasannya apa lagi* hehe. yasudah lah. duh, kan gue tadi gak bermaksud mosting curhatan ini! hahaa..

BIG PROBLEM

tolong!!! tengah malam gue kelaparannnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn. tadi makannya sore dan gue ketiduran. awalnya sih bangun ga laper. eh tapi pas masuk ke sekitar pukul 11 malam, omaigotttttttttttt. L.A.P.A.RRR! -.-

gue pun mulai merana

pikiran gue tak menentu

ngerjain tugas gak fokus

ngeprint juga banyak yang salah

bawaannya ga mood, bingung mau ngapain, apa mau tidur aja supaya ga kelaparan dan pagi-pagi langsung bangun ngeborong warteg? duh, gini nih kalo ga sedia makanan di kosan. ga seperti biasanya, tumben-tumbenan juga gue ga sedia makanan, biasanya ada mi instan, susu coklat, oreo, biskuit entah apa namanya, kripik, atau roti. dan sekarang, tak ada satu pun di antara mereka yang ada di kamar ini. hahaa *yah,pemirsa tau lah, biasa anak kos-kosan, ga ada yang merhatiin kecuali diri sendiri. keluarga jauh di Makassar, dan gue, sendiri di sini T.T

Indah Pada Waktunya

tadi sih gue mosting ini pengen cerita kalo tadi gue makan di warung pecel ayam yang cukup jauh dari kosan karena para penjual pecel ayam deket kosan pada tutup (setelah sekian lama gue anti-ayam, gue udah mulai kangen lagi hoho). dan seketika itu pula, gue sadar, ternyata ada sebungkus sesuatu tergantung tepat di samping TV gue. bungkusan hitam dan setelah menghilangkan pikun temporer gue, gue sadar, ternyata bungkusan itu berisi tahu dan tempe ukuran besar yang tadi sore gue bungkus pas di warung celyam. tanpa pikir dua kali dan dengan senyum sumringah, kedua tangan dikepal dan diangkat ke atas *horeeee, seakan gue habis menang apa gitu* gue meraih kantongan ajaib itu dan segera masak nasi. sungguh TUHAN punya rencana indah dan sayang ama gue. nyam nyam nyam…. yah emang sih ya gue ga mau lebay, emang tahu tempe penyelamat gue ini ga seenak pizza atau coto. tapi, dua lauk ini menjawab semua harapan gue *hallah*

Terima kasih, Bapa. You know me so well, Jesus. :*

One thought on “Indah pada Waktunya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s