si kulit hitam dan badan melar.

menjelang usia 21, tepatnya 2 hari sebelumnya (tanggal 20) banyak hal aneh terjadi…

untuk pertama kalinya dalam hidup gue merasa harus diet. pasca liburan 10 hari di Tana Toraja, berat badan gue menjadi tak terkendali, dan warna kulit gue bener-bener gak nyantai hitamnya. gue merasa akhir bulan september-oktober gue benar-benar harus kembali merawat diri dengan lebih ekstra dari biasanya. kalo wujud gue kaya’ gini, gue bener-bener gak pede.

beberapa jam sebelum berangkat ke bandara (dengan maksud dari Makassar menuju Jakarta) gue masih jaga warnet sambil ngecek imel. tiba-tiba ada seorang cowok yang minta gue ngeprint data dari FD-nya.

eh, dia malah nanya hal-hal yang gak ada hubungannya dengan data dia. mulai dari nama gue, gue kuliah di mana, anak keberapa dari berapa bersaudara, jurusan apa, SMA di mana, SMP di mana. bla bla bla, dan dengan pedenya dia memperkenalkan dirinya sendiri, minta gue salaman. dan yang paling PDnya lagi, dia minta no.hp gue. buset deh, kalo nih cowok digabungin dalam komunitas fans gue, dia termasuk makhluk paling PD, sampe gue gak terlalu yakin dia cowok tulen *kok gak ada cool-coolnya dikit yah?* dan karena gue orangnya gak enakan, gue kasih aja no.hp gue. dia bilang gini ‘ntar kalo ada no. simpati yang missedcall, itu saya yah?!’ (dan pada akhirnya,m gue berpikir lama, baru gue nyadar harusnya gue senyam-senyum aja dan profesional, kalo dia ngotot, gue suruh pulang dengan tak hormat aja) tapi mau gimana lagi nomor gue udah ada di dia. yah gue pikir2 gak apa2 lah, nambah temen.

beberapa jam setelah itu benar2 ada nomor tanpa nama muncul di hp gue. Si Rere ternyata (si cowok super PD yang SKSD-nya minta ampun yang baru gue ceritain di paragraf sebelumnya). eh habis itu muncul sms dari dia lagi, dia ngejelasin kalo dia pake nomornya yang lain, tapi nomor yang satunya lagi aktif juga (lah,penting yah? siapa yang nanya? haha) gue iyain aja…

pas transit di surabaya…

gue menoleh ke anak kecil usia sekitar 6-7 tahun, ternyata di sampingnya ada cowok yang gue prediksi usianya 22-24. dengan pedenya, cowok putih itu  berbisik ke adiknya, dengan suara 1/2 suara teriak ‘dek, panggil kakaknya dong, bilang halo kak, boleh kenalan gak, ayo dong dek,bantuin kakak,. ayo minta kenalan dek.’ itu saja yang diulang sepanjang di koridor. kakaknya semakin ngotot, tapi adiknya lebih ngotot untuk bilang dia ‘malu’.

dua hal itu masih bisa gue maklumin dan bikin gue senyum karna lucu. lagian ini juga nandain walau gue yang seperti ini masih ada juga yang suka, haha…

hal yang gue gak suka adalah pas gue naik angkot ke kampus dengan capek dan basuh keringat, ada om-om yang bonceng ibu-ibu yang sepertinya adalah istrinya, om senang yang kurang ajar ini senyumin gue dan naikin alisnya. WTF! anjjjjjjj******ng. rasa-rasanya pengen turun dari angkot, dan gue tendang helm beserta isinya. semoga ia segera ke perisitrahatan yang tenang!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s