Tinjauan Film Creation

Harliati / 0806353545

Pengantar Filsafat Pemikiran Modern

17 Maret 2010

TINJAUAN FILM CREATION

Charles Darwin (Paul Bettany), seorang naturalis Inggris hidup bersama istri, Emma (Jennifer Connelly)  dan anak-anaknya di Inggris. Sebagai seorang kepala keluarga, dia sangat menyayangi istri dan anak-anaknya, terutama anaknya yang tertua, Anne Darwin. Hampir setiap saat Anne meminta Darwin bercerita tentang apa saja. Anne bahagia mendapat cerita dari ayahnya, sedangkan Darwin bahagia dapat bercerita kepada putrinya yang ingin tahu segalanya, sama seperti dia.

Darwin digambarkan sebagai seorang pria yang tampan berbadan tinggi, namun bungkuk. Di tengah kepalanya tidak ditumbuhi rambut, menandakan dia selalu berpikir keras. Tangannya selalu gemetar dan dia terlihat kikuk. Emma digambarkan sebagai ibu yang selalu menghabiskan waktu dengan anak-anaknya, penyabar, perempuan dari kelas menengah ke atas yang memiliki tata krama dan kesopanan yang baik.

Setiap saat Darwin begitu sibuk dengan penelitiannya terhadap makhluk hidup. Tidak heran jika ia memiliki janin-janin yang disimpannya di tolpes-toples dan dijejerkan di dinding ruang kerjanya, kalajengking, dan begitu banyak burung merpati di kandang yang besar.

Seperti biasa, Anne meminta ayahnya untuk bercerita apa saja, karena dia sangat menyukai cerita-cerita kehidupan yang Darwin ketahui.

Beberapa hari setelah itu, Anne meminta Darwin menceritakan kisah kesukaannya. Cerita tentang seorang monyet bernama Jenny. Jenny adalah monyet yang tinggal di hutan dalam di Kalimantan yang dijebak dan akhirnya ditangkap oleh beberapa anggota Suku Badui untuk dijual ke pedagang. Akhirnya Jenny dibawa ke Inggris dan diserahkan ke kebun binatang di Inggris. Jenny dipakaikan pakaian sepantasnya manusia dan dirawat dengan baik. Namun yang terjadi, Jenny kesepian. Ia begitu senang saat Darwin datang mengunjunginya. Saat itu, Darwin melakukan eksperimen dengan benda-benda untuk menarik perhatian dan mengetahui reaksi Jenny. Benda yang digunakan Darwin adalah lonceng, harmonika, dan pensil. Darwin juga mengajak Jenny untuk menari, dan berjanji akan mengunjunginya secepatnya.

Karena sibuk dengan penelitiannya, Darwin tidak begitu sering berinteraksi dengan anak-anaknya. Ia pun jarang ikut makan malam bersama. Ini membuat anak-anak Darwin merasa ayahnya tidak memerhatikan mereka. Bahkan salah satu anaknya berkata mungkin Darwin akan berhenti menyayangi mereka, jika Anne mati. Mendengar itu, Darwin merasa sedih tetapi ia tidak tahu harus melakukan apa.

Sejak Anne masih bayi, Darwin selalu melakukan eksperimen kecil kepadanya dan mencatat setiap reaksi Anne. Anne tumbuh sebagai anak yang pintar, periang, dan kuat.

Pada suatu hari, Huxley yang digambarkan sebagai pria bertubuh kecil berkunjung ke rumah Darwin. Dia mendorong bahkan memaksa Darwin untuk menulis bukunya. Saat diberitahu bahwa Darwin sedang sakit, ia justru menagtakan bahwa alasan Darwin sakit adalah karena ia memaksa menahan dirinya untuk tidak menulis, padahal Darwin begitu ingin menuangkan pemikiran dan hasil penelitiannya menjadi sebuah buku.

Di sebuah hari yang cerah, Darwin bersama seluruh anggota keluarganya bermain di tepi pantai. Mereka bermain bola dan berkejar-kejaran. Namun, Anne melakukan hal yang berbeda. Ia berkeliling mengamati sekelilingnya. Setelah ia menggodai pengasuhnya, dia mendapat sebuah bintang laut. Ia berlari-lari kegirangan. Ia bahagia, sebagai anak-anak ia merasa hebat dengan penemuannya itu dan menyebutkan nama latin bintang laut itu. Pada saat yang sama, Darwin menjelaskan tekstur sebuah batu besar kepada anak-anaknya yang lain. Ia menjelaskan penyebab mengapa batu itu berbentuk seperti itu, yaitu karena dulu ada dinosaurus.

Anne yang memberitahu temannya tentang dinosaurus lalu dikenakan hukuman oleh Pendeta Innes, karena dianggap melakukan kesalahan dengan berbohong, sehingga dia dihukum berlutut hingga lututnya luka. Seketika itu pun Darwin yang mengetahui anaknya dilukai sangat marah. Ia menganggap tidak seharusnya seorang anak kecil dihukum karena orang tuanya mengajarkan kebenaran.

Saat sedang beribadah di gereja dan mendengarkan khotbah pendeta, Darwin tidak fokus dan merasa cemas. Khotbah itu tentang rencana dan rancangan Tuhan. Ia tidak mendengar khotbah, ia mulai tidak percaya dan menyangkal Tuhan. Karena teori-teorinya jika ia dukung, maka akan bertentangan dengan kebenaran yang diajarkan oleh gereja.

Di suatu hari Darwin ke hutan dan mengamati sekelilingnya, diikuti oleh anak-anaknya. Ada suara berbagai macam burung dan hewan lainnya. Semua anak mengikuti aba-aba dari Darwin. Lalu ada seekor kelinci yang diincar oleh seekor rubah. Lalu rubah itu memangsanya, Etty menangis dan merasa hal ini tidak adil. Anne lalu menjelaskan kepada Etty tentang seleksi alam itu. Jika rubah tidak memangsa kelinci, maka bayi-bayi rubah akan mati karena tidak memiliki makanan.

Dalam kesehariannya Darwin mengalami dilema dan sering termenung. Dia seolah tidak berhenti mencari jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang melintas dan tertinggal di kepalanya. Dia ingin mengungkap misteri-misteri penciptaan dan seleksi alam yang ada di sekitarnya.

Darwin lalu menulis surat kepada Hooker, bahwa dia merasa bersalah pada anak-anaknya. Saat itu, dia mulai menulis buku The Virgin of Species. Di satu sisi ia mengalami kesulitan dalam menentang kebenaran.

Emma merasa sedih dengan keadaan Darwin yang terlihat begitu sibuk dengan kesibukannya sendiri, hingga lupa untuk mencurahkan kasih sayang kepada keluarganya, terutama karena Darwin terlihat menentang adanya kekuasaan Tuhan.

Darwin bermimpi tentang janin-janin yang hidup, ruangannya porak-poranda, burung-burung kecil menghancurkan sangkar kacanya.  Darwin gemetaran, seperti depresi, dan mengalami gangguan psikis. Ia lalu menghancurkan kandang burung merpati, tempatnya melakukan penelitian pada burung-burung yang ia pelihara.

Ia mengalami gangguan mental sehingga istrinya menyarankannya untuk bertemu dengan seorang dokter jiwa, setidaknya berbicara sebagai seorang teman. Ia juga membawa Anne ntuk berobat, karena Anne juga menunjukkan kelainan pada kesehatan tubuhnya. Ia disarankan pergi ke Malvern untuk mendapatkan obat berkat. Di satu sisi Darwin sangat peduli kepada kesehatan Anne. Maka Darwin membawa Anne untuk mendapatkan pengobatan, relaksasi dengan uap panas dan tekanan air.

Setelah mendapatkan pengobatan, kesehatan Anne tak kunjung mengalami peningkatan, namun semakin memburuk. Bahkan setelah Anne dioperasi, ia tak juga sembuh. Di suatu malam Anne meminta Darwin bercerita tentang kisah Jenny, si monyet yang malang. Darwin yang sedih melihat keadaan anaknya menceritakan akhir kisah Jenny, bagaimana Jenny mati. Suatu hari seorang dokter hewan mengunjungi Jenny, Jenny terlihat tak berdaya dan begitu lemah. Lalu, Jenny mati dipelukan dokter itu. Di saat itu pula Anne mati.

Kepergian Anne masih berusaha disangkali oleh Darwin, ia masih menganggap anaknya hidup, karena masih belum rela melepasnya. Darwin dan Emma lalu bertengkar karena mereka menuduh satu sama lain, bahwa mereka merasa bersalah, merasa menjadi penyebab matinya anak mereka.

Beberapa lama setelah itu, Darwin meminta Emma memeriksa buku yang ditulis oleh Darwin. Setelah Emma setuju dengan buku itu, Darwin mengirimkannya. Hari-hari kemudian keluarga mereka menjadi lebih hangat, karena Darwin menyisihkan waktunya untuk bercerita kepada anak-anaknya sebelum mereka tidur. Namun, Darwin tetap menganggap Anne ada di sampingnya dan selalu menemaninya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s