Momon Sinetron Anak untuk Keluarga

Pencantuman sumber tulisan dan nama penulis adalah tanda penghargaan atas hak kekayaan intelektual :)___________________________________________________________________________________________

Tugas VIII

Harliati / 0806353545

PSA / II / 2009-2010

11 Maret 2010

MOMON SINETRON ANAK UNTUK KELUARGA


Momon adalah sebuah sinetron anak yang bercerita tentang kehidupan manusia yang hidup di perkotaan dengan keseharian yang ramai dan barang-barang yang modern, serta cara interaksi masyarakat yang modern pula. Sinetron anak ini tayang di stasiun televisi (TV) Global TV setiap hari Senin dan Selasa pada pukul 19.00 WIB selama satu jam.

Jalan cerita sebagai konsep dari sinetron ini terbagi atas dua, yaitu konsep tetap (statis) dan konsep berubah-ubah sesuai dengan tema per episode (dinamis).

 

KONSEP TETAP

Sesuai dengan judulnya, pemeran utama di sinetron ini adalah seorang anak lelaki bernama Momon yang menjalani kesehariannya dengan keempat teman seusianya. Keseharian Momon diartikan sebagai petualangan karena sangat banyak peristiwa seru yang dialaminya bersama teman-temannya. Contohnya mereka biasa melawan para penjahat yang menindas tetangga yang miskin, membantu orang tua yang ada di lingkungan rumah, dan peristiwa-peristiwa lainnya dengan kekuatan mereka.

Kekuatan yang mereka miliki terletak pada kekuatan fisik yang kuat dan peralatan detektif mereka yang lengkap seperti teropong, walkie-talkie, handycam, sarung tangan elektrik. Selain itu, mereka juga memiliki perlengkapan anak-anak seperti ketapel, helikopter mainan yang dapat mengintai musuh. Pakaian mereka juga mendukung petualangan mereka seperti baju dengan setelan jas dan ransel yang berisi perlengkapan bertualang dan permainan.

Momon dan teman-temannya hidup di kota. Orang lain yang ada bersama mereka adalah orang tua, saudara, teman-teman, dan para tetangga.

 

KONSEP DINAMIS PER EPISODE

Pada tanggal 9 Maret 2010, sinetron Momon menangkat kisah tetangga Momon, sebuah keluarga yang sedang kesusahan. Ayah dalam keluarga ini meninggalkan istri dan anak-anaknya dalam keadaan terlilit utang. Saat dia bersembunyi, para rentenir (tokoh-tokoh antagonis) menagih utang kepada istri yang ditinggalkan suaminya itu.

Ibu ini pergi mencari uang dan meninggalkan anaknya di dalam rumah selama sehari, hingga kedua anaknya harus menahan lapar. Seorang anak yang lebih tua dituntut harus bersabar dan memberikan pengertian pada adiknya, walau dia juga sedang kelaparan. Sebuah hal tragis yang menuntut anak-anak dewasa terlalu dini.

Lalu datanglah Momon dan teman-temannya yang penasaran dengan rumah keluarga miskin ini dan bermaksud memberikan mereka makanan. Namun, saat itu kedua anak ini sudah tidur karena lemas dan kelaparan. Momon dan teman-temannya membawa kedua anak ini ke rumah salah seorang teman Momon, yang lalu mereka diberi makanan di rumah itu.

Saat Momon dan teman-temannya melewati rumah keluarga itu, mereka melihat si ibu diperlakukan kasar oleh para rentenir. Seketika itu pula para anak ini menggunakan ‘senjata’ mereka untuk menghadapi orang jahat, dan tak lama kemudian rentenir itu lari.

 

DAMPAK POSITIF

Segmen sinetron ini adalah anak-anak, namun sangat pantas untuk ditonton oleh seluruh anggota keluarga karena kisah yang diangkat sesuai dengan kehidupan masyarakat dengan segala gejala kehidupannya. Sebut saja kebiasaan anak-anak bermain dengan teman-teman di lingkungannya atau konflik di dalam keluarga yang terjadi di dalam keluarga, di mana orang tua akan membimbing anak mereka. Di dalamnya juga banyak amanat yang tersirat seperti membantu teman yang sedang mengalami kesusahan, membantu orang tua, berteman dengan siapa saja, dan pelajaran sosial lainnya. Hal-hal yang dilakukan oleh anak-anak sebagai pemeran dalam sinetron ini dapat menjadi contoh baik yang dapat ditiru oleh anak yang menontonnya.

DAMPAK NEGATIF

Walaupun tema yang diangkat di sinetron ini real dan ringan, ada pula hal-hal yang tidak masuk akal. Misalnya anak kecil dengan tenaga besar dan sarung tangan elektrik mengalahkan penjahat dengan sekali sentuh, hingga penjahat itu jatuh ke lantai dan lari tunggang-langgang. Imajinasi dan ketidakmungkinan ini harus diberitahu kepada anak, agar anak dapat membedakan dunia nyata dan dunia imajinasi.

Selain itu, anak-anak kecil yang seharusnya hanya belajar, bermain, dan menyelesaikan masalah tentang dunianya, bukan mencampuri urusan yang seharusnya dilakukan oleh orang dewasa. Dalam sinetron ini, hal berlebihan seperti anak melawan penjahat tidak dibenarkan karena akan berbahaya. Sikap yang sebaiknya dilakukan adalah melaporkan kepada polisi atau orang dewasa.

Di sinetron ini ada pula adegan-adegan yang termasuk kekerasan seperti seorang nenek memukul kepala anak yang dianggap nakal dengan menggunakan keranjang belanja. Selain itu, adegan seorang anak yang memberontak pada orang tuanya hingga si anak berniat untuk pergi dari rumah. Tentu saja, jika melihat kedua kejadian ini, seorang anak dapat meniru karena mengira kedua hal itu benar. Di sini diperlukan peran orang tua untuk menjelaskan kepada anak, bahwa sikap-sikap tersebut tidak baik dan harus dihindari. Orang tua dapat memberikan pengertian kepada anak, hal-hal apa saja yang sebaiknya mereka lakukan agar hal negatif di atas tidak terjadi.

 

KESIMPULAN

Saat ini, sinetron anak yang bercerita tentang keluarga dan sifat kepahlawanan terhitung sedikit, sehingga kurang efektif untuk membimbing anak lewat tayangan-tayangan TV. Dalam setiap tontonan, tentu saja akan ditemukan dampak negatif dan positif, sama halnya dengan sinetron Momon ini. Hal terpenting adalah sinetron adalah salah satu sarana pembelajaran dan pendidikan untuk anak, sehingga diperlukan peran aktif orang tua dan orang dewasa dalam membimbing anak dalam penafsirkan tontonan-tontonan itu. Dengan begitu, dampak positif dapat dikembangkan, sebaliknya dampak negatif dapat diminimalisir.

One thought on “Momon Sinetron Anak untuk Keluarga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s