Fantasi untuk Anak

Pencantuman sumber tulisan dan nama penulis adalah tanda penghargaan atas hak kekayaan intelektual🙂

 

Tugas IX

Harliati / 0806353545

PSA / II / 2009-2010

25 Maret 2010

 

FANTASI UNTUK ANAK


Unsur fantasi memiliki peran yang sangat penting, terutama pada anak. Dalam KBBI, arti fantasi adalah gambar (bayangan) dalam angan-angan atau khayalan. Manfaat berfantasi adalah menumbuhkembangkan daya imajinasi dan jiwa kreatif pada seseorang. Fantasi merupakan praktik permainan yang khusus dilakukan sendiri. Anak dapat membentuk dunia sesuai dengan keinginannya (imaginasi).Sebaiknya, orang tua tidak memaksa anak untuk selalu bermain dengan teman-temannya karena akan menciptakan kesan bahwa bermain sendiri itu salah.
Permainan fantasi selain proses kreatif mengembagkan kemampuan sisi otak kanan, juga untuk pembentukan kecerdasan interpersonal (salah satu dari delapan kecerdasan teori multiple intelligence, Howard Garner) http://www.anneahira.com/permainan/index.htm. Selain itu, menurut Andi Yudha Asfandiyar, http://www.scribd.com/doc/3017881/kembangkan-fantasi-anak-lewat-dongeng, setiap anak perlu mengembangkan imajinasi. Karena tanpa itu, akal dan pikiran menjadi pasif atau buntu, mandeg dan tidak terlatih untuk memecahkan aneka ragam masalah.

Sebagai sebuah sinetron anak yang sebagian besar tokohnya adalah anak kecil, cerita dalam sinetron Momon mengandung unsur fantasi. Walau intensitasnya tidak begitu tinggi, unsur fantasi merupakan sebuah hal yang memegang peranan penting di dalam cerita. Hal ini disebabkan cerita petualangan Momon –sebagai pemeran utama- dengan teman-temannya berlangsung karena mereka memiliki kecerdasan dan tenaga yang kuat, bahkan melebihi orang dewasa. Mereka juga memiliki alat-alat sederhana tetapi hebat, seperti ketapel super, sarung tangan elektrik, helikopter mainan yang dapat mengangkat handycam besar dan berat, ditambah lagi dengan kekuatan dan peralatan yang dimiliki, mereka dengan mudah dapat mengalahkan beberapa musuh atau orang jahat, yang tentu saja telah dewasa.

Pada dasarnya, sebagian besar cerita Momon cerita biasa tentang anak-anak yang tumbuh di lingkungan mereka bersama keluarga. Sama dengan anak-anak lain, mereka menghabiskan waktu bersama. Namun, yang berbeda adalah pada saat mereka menghadapi sebuah permasalahan atau kejadian yang dianggap berbeda, mereka mengeluarkan kemampuan dan kelebihan mereka dengan cara yang berbeda, yaitu dengan alat-alat yang sebenarnya tidak ada dalam kehidupan nyata. Dengan kata lain, semuanya hanya ada dalam dunia  fantasi anak. Dalam dunia fantasi, setiap anak bebas mengembangkan pemikiran dan imajinasi mereka sejauh mungkin. Tentu saja tidak ada keharusan bahwa dunia dan fantasi harus terikat pada realitas yang ada dan terjadi dalam kehidupan sehari-hari, hingga sekarang.

Saat anak berfantasi bahwa ia memiliki kekuatan dan senjata-senjata yang hebat, ada kemungkinan ia sedang berimajinasi menjadi seorang polisi atau tentara yang memiliki semangat kepahlawanan, berani, dan rela berkorban. Ini tentu saja akan membawa anak-anak kepada kepercayaan diri untuk bercita-cita seperti apa yang dia inginkan saat dia dewasa nanti.

 

 

Sumber Data :

Pencantuman sumber tulisan dan nama penulis adalah tanda penghargaan atas hak kekayaan intelektual🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s