Laporan Hikayat Betawi “Nurlaila Anak Jin Dasar Laut”

Laporan Hikayat Betawi “Nurlaila Anak Jin Dasar Laut”

UNIVERSITAS INDONESIA

LAPORAN HIKAYAT BETAWI

NURLAILA ANAK JIN DASAR LAUT


NAMA : HARLIATI

NPM : 0806353545


FAKULTAS ILMU DAN BUDAYA

PROGRAM STUDI INDONESIA

MEI, 2009


Pengantar

Indonesia, sebuah negara kesatuan dengan bermacam-macam suku, etnis, dan kebudayaan yang berbeda. Tentu saja tiap suku memiliki kesusastraannya masing-masing sebagai salah satu unsur terkuat di dalam kesatuan kebudayaan itu sendiri.

Banyak kesusastraan di berbagai suku mencakup keadaan alam, lingkungan, dan kehidupan sosial. Masyarakat suku Betawi juga dikenal sebagai masyarakat yang menempatkan kesusastraannya dalam kehidupan sehari-hari dan masih memiliki peranan yang sangat penting dan sering dikenalkan, baik dalam tulisan maupun dalam bentuk lisan. Ada yang dibacakan, diambil dari sastra tulis yang didendangkan dan dikisahkan, ada pula yang dibacakan.  Sedangkan yang didendangkan dan dikisahkan, biasanya diambil dari kekayaan khazanah sastra lisan.

Kita dapat menyimpulkan bahwa kesusastraan Betawi ditulis dalam bahasa Betawi. Pengarangnya mungkin orang Betawi, mungkin juga Betawi keturunan. Tidak apa-apa. Memang, banyak juga penduduk Betawi keturunan yang menjadi pengarang. Jadi, asal-usul pengarang tidak dipersoalkan. Yang jelas, karangan itu itu ditulis atau disampaikan dalam bahasa Betawi.

Kesusastraan Betawi ditulis oleh orang Betawi. Disampaikan dalam bahasa Betawi. Dibaca atau didengar oleh orang Betawi. Maka isi ceritanya tentu berkaitan dengan kehidupan mereka. Di dalamnya, tentu menyangkut adat-istiadat, agama, tingkah laku, dan keadaan alam Betawi. Inilah yang dimaksud bahwa kesusastraan mencerminkan keadaan masyarakatnya.

Hikayat Betawi

Hikayat adalah karya sastra lama Melayu berbentuk prosa yang berisi cerita, undang-undang, dan silsilah bersifat rekaan, keagamaan, historis, biografis, atau gabungan sifat-sifat itu, dibaca untuk pelipur lara, pembangkit semangat juang, atau sekadar untuk meramaikan pesta.

Hikayat Betawi berarti hikayat yang disampaikan dalam bahasa Bahasa Betawi, walaupun juga banyak menggunakan bahasa Indonesia dalam penyampaiannya.

Salah satu contoh Hikayat Betawi adalah Nurlaila Anak Jin Dasar Laut yang dibawakan oleh Sopyan Zahid.

Sinopsis Nurlaila Anak Jin Dasar Laut (Sopyan Zahid)

Di sebuah kerajaan jin di dasar laut, hiduplah sesosok raja dan anak gadisnya (dalam hal ini sesosok jin). Walaupun kehidupannya sangat istimewa karena berasal dari keluarga kerajaan dan berada, dia juga merasa kesepian tinggal di kerajaan yang besar. Ini dikarenakan ayahnya adalah seorang pemimpin, sehingga tidak ada yang berani mendekati putri ini, Nurlaila.

Pada suatu hari dia keluar dari laut untuk melihat daratan, yaitu di dunia manusia. Dengan kawalan ajudannya, bernama Jin Kaskas, Nurlaila tidak segan keluar dari dunianya. Saat dia keluar, tiba-tiba terlihat seorang pemuda gagah. Sebagai gadis, dia merasakan perasaan yang begitu indah dan saat dia memijit kaki pemuda itu, pemuda itu kaget karena gadis elok nan rupawan yang ada di hadapannya itu.

Amanah yang terkandung di dalam hikayat

Cinta dapat dirasakan oleh semua orang dan tidak memandang status sosial.

Alat ukur status sosial manusia seperti kekuasaan, kekayaan, pendidikan, dan latar belakang dianggap sebagai pembeda seseorang dengan yang lain, sehingga jika dibiarkan akan menimbulkan kesenjangan sosial.

Dengan dilantunkannya hikayat yang ringan ini, bisa menghibur dan menyadarkan para penonton dan masyarakat luas tentang perbedaan yang tidak seharusnya menjadi batas kehidupan sosial itu.

Setiap orang membutuhkan peran dan bantuan orang lain.

Pernyataan bahwa tidak ada seorang pun yang bisa hidup di dunia ini tanpa bantuan orang lain. Dengan kesadaran seperti itu, setiap orang diajarkan untuk saling peduli antarsesama manusia, saling tolong-menolong dan peka terhadap orang lain. manusia sebagai makhluk sosial tidak dapat terhindar dari kenyataan ini, tanpa melihat siapa dia.

Hubungan sosial antar manusia juga penuh dengan dinamika. Ini nampak jelas dalam hubungan seorang pria dan wanita. Perubahan terus terjadi dan kedua belah pihak harus terus belajar menyesuaikan diri. Pada saat mereka sudah semakin dewasa keakraban tersebut cenderung lebih memakai bahasa verbal yaitu melalui percakapan dari pribadi-pribadi yang dituntut untuk saling memahami dan menghargai. Kedua-belah pihak dituntut untuk saling menyesuaikan diri secara aktif, atau keakraban “yang sehat” sulit terbentuk dan tak pernah berfungsi secara efektif. Kadang-kadang keakraban bahkan menghasilkan ketergantungan dan kekerdilan. Sehubungan dengan itulah berbagai masalah hidup manusia timbul.

Unsur-unsur di luar cerita

Tujuan Pementasan :

  • Menghibur masyarakat, yaitu dengan selingan lawakan-lawakan. Untuk mendapatkan hiburan tidak perlu dengan harga mahal, apalagi meninggalkan kebudayaan bangsa sendiri.
  • Menjaga, melestarikan, dan mengembangkan kebudayaan
  • Mendidik dan mengajar
  • Sebagai alat kontrol sosial. Menasihati secara tidak langsung dengan rangkaian kata yang halus sehingga lebih mudah diterima masyarakat umum tanpa protes, sehingga tujuan lebih mudah diterapkan.

Hal-hal yang harus diperhatikan oleh seniman :

  • Karena pementasan ini bersifat spontan, ditampilkan berbeda, pola yang digunakan harus kuat dan isinya tetap. Harus memiliki persiapan yang baik sebelum pementasan (kesehatan)
  • Peralatan yang tidak memadai
  • Intonasi dan artikulasi yang baik, karena kekuatan pementasan adalah perkataan seniman
  • Pakaian dan penampilan harus menarik, sehingga tidak membuat penonton bosan.

Hal-hal yang harus dihindari penonton :

  • Melakukan keributan
  • Respon penonton yang berlebihan, bersuara keras dan lama akan mengganggu konsentrasi pelantun hikayat, cahaya kamera, datang terlambat.

Hal-hal lain yang harus diperhatikan :

  • Target penonton. Jika penonton yang ditargetkan sebagian besar adalah anak muda, sebaiknya kata-kata yang digunakan adalah kata-kata yang mudah diterima.
  • Bahasa yang digunakan sebaiknya sesuai dengan kebutuhan zaman.
  • Karena ini adalah pementasan kebudayaa, sebaiknya diadakan sesering mungkin, agar masyarakat Indonesia secara luas menjadi terbiasa lagi dengan kebudayaan seperti ini, bukan hanya bagi masyarakat Betawi, tetapi masyarakat Indonesia secara umum.
  • Permasalahan yang dihadapi adalah pergeseran minat, yaitu kebudayaan pop. Tetapi ancaman ini justru bisa menjadi kekuatan bagi kebudayaan hikayat yaitu dengan memasukkan unsur pop tanpa mengganggu keaslian hikayat itu sendiri.

Kenyataan Tentang Seniman Pelantun Hikayat

Sopyan Zahid adalah seorang seniman Betawi yang berprofesi sebagai pelantun Hikayat Betawi. Kebudayaan ini diwariskan turun-temurun dari generasi sebelumnya hingga menurun pada Sopyan Zahid. Namun permasalahannya ialah usia tua, dia tidak memiliki keturunan yang dapat mewariskan kebudayaan ini.

Cerita tentang kehidupan pribadi Sopyan Zahid menyadarkan kita tentang permasalahan pelestarian dan pengembangan kebudayaan. Di satu sisi, kebudayaan Indonesia sangat banyak, luas, dan menarik. Namun di sisi lain, seniman-seniman masing-masing kesenian terancam ‘habis’ karena pergeseran kebudayaan yang tidak bisa bertahan.

Selain kurangnya minat dan ketertarikan dengan kebudayaan hikayat karena penyajiannya yang dianggap kurang menarik dan sesuai dengan peradaban, kenyataan bahwa penghasilan seniman dari pementasan masih dianggap tidak cukup untuk dijadikan sebagai profesi utama, hal ini juga sangat memengaruhi kurangnya sumber daya manusia untuk kebudayaan Indonesia itu sendiri.

Kesimpulan

Hikayat Nurlaila Anak Jin Dasar Laut merupakan salah satu hikayat yang menarik dan baik untuk dinikmati masyarakat umum, khususnya para pemuda. Ini dikarenakan oleh cerita percintaan dari dua dunia yang berbeda. Selain menghibur, hikayat ini juga memiliki banyak nilai-nilai yang bisa jadi pembelajaran terkandung di dalamnya.

Saran

Untuk melestarikan kebudayaan Indonesia, khususnya Hikayat Betawi, harus dimulai dari penempatan kebudayaan ditempat yang lebih baik dan tidak dianggap sebagai hal sepele. Ini terlihat dari antusiasme masyarakat Indonesia yang lebih menyukai dan menjunjung kebudayaan Barat, Timur Tengah, dan Asia, tanpa memahami kebudayaan Indonesia itu sendiri. Pementasan kebudayaan Indonesia denga frekuensi yang lebih sering juga bisa berdampak baik karena membiasakan masyarakat.

Pemerintah dan masyarakat juga berperan besar untuk memberikan penghargaan yang lebih untuk budaya, seni, dan seniman Indonesia, sehingga profesi seniman Indonesia bisa menjadi profesi yang dinikmati dan menghidupi. Dengan begitu, kebudayaan Indonesia bisa bertahan dan tidak tertutup kemungkinan bisa menjadi kebudayaan yang dinikmati masyarakat.

2 thoughts on “Laporan Hikayat Betawi “Nurlaila Anak Jin Dasar Laut”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s