Komentar Pementasan Teater Sampek Engktay (Teater Koma)

Mengomentari Pementasan Teater Sampek Engtay (Teater Koma)

Sebuah pementasan teater bisa dikatakan sebagai pementasan, jika ada yang menyaksikannya, dalam hal ini banyak penonton. Teater Koma, bisa menunjukkan hal ini dengan mempertahankan ribuan penonton untuk menyaksikan pementasan Sampek Engtay yang sudah dilakukan sejak beberapa tahun yang lalu di tempat-tempat yang berbeda.

Dalam pementasan Sampek Engtay, Nano Riantiarno, sebagai sutradara memadukan Stanislavsky dan gaya Cirebonan. Bernuansa campuran budaya Betawi, Bali, dan Cina, pentas baru berdurasi tiga

Kisah ini seperi kisah percintaan Romeo dan Juliet, namun dalam versi Tionghoa dengan konflik percintaan yang sama, yaitu kisah sepasang muda yang saling jatuh cinta tapi harus dipisahkan oleh orangtua mereka hanya karena permasalahan yang sebenarnya tidak ada sangkut-pautnya pada mereka berdua.

Dalam cerita ini, ada seorang perempuan muda bernama Engtay yang menganggap diri mampu mengubah masa depan. Engtay memilih melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan orangtuanya. Dia sengaja menyamar sebagai seorang pria untuk masuk dan menjadi siswa di sekolah khusus pria. Dia ingin mencari dan menemukan cinta sejatinya, seorang pria baik yang mau menerima dia apa adanya dan menjaganya.

Engtay berhasil menyamar dan membuat semua orang yang ada di sekolah itu percaya jika dia adalah seorang pria. Di sana, dia bertemu dengan seorang pria bernama Sampek yang ternyata menjadi teman sekamar, bahkan seranjang dengannya. Engtay yang setiap malam gelisah –karena ketakutan atau perasaan lain yang ada di hatinya- akhirnya sadar jika dia telah jatuh cinta pada Sampek dan memberanikan diri untuk mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi. Hal yang sama terjadi, Sampek juga menyukai Engtay.

Kenyataannya, mereka berdua tidak bisa bersatu. Engtay tetap tak mampu melarikan diri dari ikatan keluarga, meski ikatan itu tidak disukainya. Cinta mereka terhalang keputusan orang tua Engtay yang menjodohkannya dengan Macun, putra Kapten Liong, tuan tanah kaya dari Rangkasbitung.

Sampek Engtay adalah sebuah lakon yang melodramatis dalam bentuk musikal, dibungkus oleh nyanyian, musik, gerak, dan humor. Sedangkan setting terdiri dari beberapa bagian, yaitu di sekolah, di rumah Engtay, dan di asrama tepatnya di kamar Sampek dan Engtay.

Secara keseluruhan, pementasan ini memang sangat menarik. Alur dan para tokoh mampu memerankan sebuah rentetan adegan dengan baik, sehingga penonton yang menyaksikan menjadi penasaran dan bertanya-tanya tentang adegan selanjutnya. Walaupun kisah ini telah berulang-ulang dipentaskan, penonton tetap ingin melihat dan mendengar dengan saksama, karena tentu saja di setiap pementasan cerita ini, akan ada unsur yang berbeda. Baik itu pemain yang memerankan tokoh-tokoh, latar, nyannyian dan tariannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s