Asal Muasal Seni Peran Untukku

Awalnya…

n1167946327_30047705_6918

Pertama kali aku mengenal seni peran saat berumur 10 tahun. Ini dimulai waktu masih Sekolah Minggu di Gereja Toraja Jemaat Panakukang, Makassar dalam rangka Malam Natal Sekolah Minggu (tahun ), mungkin karena tubuhku yang sudah bongsor sebelum saatnya, aku dipilih berperan sebagai anak SMA (cie ela). Sampai sekarang, aku masih ingat dengan beberapa hal dalam parodi Natal itu. Seragam sekolah yang kupakai adalah hasil pinjaman kakak sepupuku, pemain berdialog dengan microphone (yang dipakai berganti-gantian, hehe), aku berperan sebagai sahabat pemeran utama, dan yang menjadi soundtrack parodi adalah lagu “Kusadari”.

Berbekal hobi nongkrong di depan cermin di kamar Papa dan Mama, aku pun memasuki ekstrakurikuler drama di SMPN 6 Makassar. Beruntung, aku bisa bersekolah dengan ekskul yang tidak dimiliki di semua sekolah pada umumnya. Maklum saja, pada saat itu ekskul seni masih sering disepelekan dibanding ekskul olahraga seperti basket, bola, dan karate. Banyak hal yang kudapatkan dari sini. Selain belajar olah rasa, harmonisasi alam, dan latihan-latihan lainnya, aku bertemu dengan teman-teman sekolah yang mempunyai kesamaan hobi denganku. Selain itu, Pak Amar dan Kak Rahman, sangat memotivasi dan selalu menemani kami dalam latihan. Pak Amar adalah guru kesenian, sedangkan Kak Rahman adalah pelatih yang dipanggil untuk melatih kami, khususnya di bidang seni peran. (Hiks, gue pengen banget ketemu lagi sama Pak Amar, Kak Rahman dan teman-teman drama Spensix).

Tempat latihan kami adalah di Wisma Anoa, Jl. Cendrawasih, Makassar (Ex. Elegant Studio). Kami sangat giat latihan untuk pementasan Sang Mandor (2003) untuk Pensi (Oh, my.. gue ingat waktu gue hampir jatuh gara-gara salah injak sesuatu, hehe), dan I Sarampa (2004) untuk Prom Night (kasian, waktu itu karena tempatnya di Manunggal dan tidak ada tie mic, suara kami tidak begitu kedengaran). Oh, iya, di Sang Mandor, aku jadi Istri Ketiga anak seorang Mandor, sedangkan di I Sarampa, aku jadi pengemis dari daerah pesisir pantai. Ciehhhhhhhhhhh…

Sedangkan pengalaman pertamaku menyaksikan teater saat kami diajak mengunjungi teman-teman Kak Rahman yang sedang tampil di Gedung Kesenian Makassar (GKM), waktu kelas 2 SMP.

Sempat vakum

Di bangku SMA, aku nyaris vacuum berteater karena tidak ada wadah yang sesuai. Aku sempat mendaftar untuk masuk ke Smansa Media Seni (SMS), tapi kuundurkan, karena ternyata lebih difokuskan pada dance dan cheerleader. Aku mulai berpikir untuk membuat naskah dan menyutradarai teater-teater untuk acara sekolah (yah, walau kecil-kecilan).

Akhir SMA, saat-saat menunggu UAN dan SPMB, aku mengajak beberapa teman untuk bermain dalam filmku. Dilema Maya. Judul usulan Atti, karena saat ditanya masalah judul, aku tidak bisa menjawab. Yang kutahu, aku hanya ingin buat film dan mengikutkannya dalam lomba. Bermodalkan ajaran dan handycam pinjaman k’Rere (makasih ya, k), pulang malam, minta izin di mal, Timezone, toko musik, bunga mawar plastik pajangan M-Studio, modal 20ribu masing-masing pemain untuk sewa perahu ke Pulau Lae-Lae, modal nekad sembunyi-sembunyi setelah di usir sama suster RS Akademis, serta skrip dan aku sendiri yang jadi juru kamera, jadilah sebuah film keren nan cihuy yang tidak jadi diikutkan lomba, karena sudah lewat deadline. Yah, emang sih, aku minjam handycam dan syutingnya cuma ± 8 hari. Hehe.

Mulai serius

Setelah lulus di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, dua tahun lalu, aku memasuki UKM Bengkel Seni Dewi Keadilan (BSDK) dan gagal bergabung di Teater Kampus Unhas (TKU) karena jadwal yang bertabrakan. Beberapa teater sempat aku dan teman-teman mainkan, dan beberapa naskah berhasil disumbangkan ke teman-temanku (huhu, tanpa honor lagi!). pementasan teater yang terakhir kumainkan adalah Dor! (karya Putu Wijaya, sutradaranya Kak Ragil) di GKM, tahun lalu. Hehe. Sekarang, karena sudah kuliah di Depok, aku jadi anggota luar biasa BSDK kali yah? Sekarang bergabung di Teater Sastra (Tesas) UI.

Tentu saja aku masih ingin melanjutkan semua

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s