Penyalahgunaan Internet, Khususnya Facebook pada Anak (Tugas Sastra Anak 4)

Tugas IV

Harliati / 0806353545

PSA / II / 2009-2010

18 Februari 2010

 

PENYALAHGUNAAN INTERNET, KHUSUSNYA

FACEBOOK PADA ANAK

 

Sejak duduk di bangku kelas 5 (lima) SD tepatnya pada tahun 2001, saya sudah mengenal internet. Memang pada waktu itu, internet masih belum begitu akrab dengan masyarakat umum, apalagi untuk anak seusia saya. Jangankan untuk menggunakan internet, saat itu saya masih belum memiliki komputer di rumah. Begitu pun di sekolah dasar, belum diajarkan pelajaran ilmu komputer. Satu-satunya tempat mengakses internet hanya warnet (warung internet).

Pada suatu hari, tetangga saya yang sudah duduk di bangku SMP mengajak saya ke warnet untuk chatting dan melihat gambar horor di warnet. Saya yang masih tidak tahu apa-apa tentang itu, ikut dengan teman dan melihat apa yang dilakukannya. Sejak itu, saya dan dia biasa pergi ke warnet untuk chatting via mIRC, melihat gambar-gambar horor dan kartun di Dagelan.

Seiring dengan perkembangan waktu dan modernisasi, internet menjadi sebuah kebutuhan bahkan gaya hidup masyarakat. Kehadiran internet memudahkan masyarakat untuk mendapatkan informasi dan data yang belum tentu bisa ditemukan dengan mudah di media massa lainnya.

Hanya dengan bermodal sebuah komputer dengan sambungan kabel LAN atau bandwich, seseorang dapat mengakses internet dengan mudah dan bebas selama 24 jam setiap harinya (non-stop) di sebagian besar penjuru dunia ini. Di Indonesia, dapat ditemukan warnet yang berebaran di sepanjang pinggiran jalan. Selain itu, banyak tempat-tempat umum –lembaga pendidikan, cafe, mall, dan tempat-tempat rekreasi- yang menawarkan jasa hotspot atau wifi untuk masyarakat yang memiliki laptop atau notebook. Di samping itu, banyak tipe ponsel yang telah dilengkapi dengan aplikasi internet.

Seiring dengan perkembangan pesat itu, banyak situs jejaring sosial lain. Di antaranya adalah GoogleTalk, AIM, Yahoo!, Multiply, Live Messanger, mIRC, My Space, Friendster, dan Facebook, Twitter, dan Plurk.

Sejak tahun 2007, Facebook mengalami peningkatan penggunaan di Indonesia. Hingga sekarang, Indonesia menjadi salah satu negara dengan masyarakat pengguna Facebook yang besar. Sebuah riset yang dilakukan situs jejaring sosial Yahoo! di Indonesia melaporkan pengguna terbesar internet di Indonesia adalah remaja berusia 15-19 tahun yakni sebesar 64%. Sementara itu Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet menyebutkan, tahun lalu pengguna internet di Indonesia diperkirakan mencapai 25 juta dengan pertumbuhan setiap tahun rata-rata 25%.


Pada kenyataannya, di tahun 2010 didapatkan fakta dari Komnas Perlindungan Anak bahwa sekitar 53% pemakai Facebook di Indonesia adalah remaja berusia kurang dari 18 tahun. Hal ini perlu mendapatkan perhatian ekstra dari pemerintah dan setiap orang dewasa, karena umumnya banyak terjadi dampak-dampak negatif karena penggunaan situs jejaring sosial.

Pertama, kapasitas berinteraksi seorang anak yang sedang menggunakan situs ini mencakup seluruh dunia, dari semua negara, mulai dari kota hingga pelosok desa dengan kemungkinan identitas sebagian besar penggunanya tidak tercantum dan tidak dijamin. Padahal di satu sisi kebebasan berkomunikasi, berbagi foto, informasi, dan komunitas tidak dapat dibatasi, sehingga seorang anak dapat melakukan hal-hal yang ingin dilakukannya.

Hal kedua, kurangnya waktu anak untuk belajar dan mengerjakan tugas. bukan hanya memungkinkan untuk berkomunikasi dengan teman mayanya, Facebook juga menyediakan aplikasi ribuan permainan menarik secara gratis dan tanpa syarat apapun.

Selain itu, seorang anak yang sudah asik dan terbiasa dengan pergaulan maya akan nmengalami kesulitan dalam bergaul secara langsung di lingkungannya dan mengurangi waktu anak tersebut untuk bersosialisasi. Ini akan membuat anak menjadi anti-sosial di lingkungan tempat ia seharusnya berinteraksi.

Dampak lain yang terasa adalah internet dapat membuat anak lupa waktu, sehingga pola hidup menjadi tidak teratur. Pada saat anak seharusnya belajar dan bermain, ia justru berada di depan layar komputer hingga waktu yang ia inginkan.

Hal lebih ekstrim yang dapat disebabkan oleh situs pertemanan ini, seorang remaja berumur 18 tahun di Bogor divonis bersalah oleh pengadilan karena dianggap menghina temannya melalui Facebook. Tidak lama sebelumnya, seorang remaja asal Kota Tangerang harus berurusan dengan polisi juga karena dianggap melakukan pelanggaran hukum terhadap seorang teman perempuan yang dikenalnya di situs ini.

Menyadari ada banyak dampak negatif dari perkembangan teknologi dalam kehidupan anak, merupakan kewajiban untuk orang dewasa, khususnya para orang tua untuk menemani dan membimbing anaknya dalam penggunaan situs jejaring sosial ini. Facebook sebagai salah satu fenomena globalisasi bukanlah suatu hal yang harus dihindari, namun penggunaannya harus disertakan dengan sikap bijak. Di samping itu, pemerintah dan lembaga hukum di Indonesia diharapkan dapat mengefektifkan hukum di dunia maya (cyber law) agar penggunaan internet, khususnya untuk pengguna yang masih di bawah umur dapat dipantau dan dibatasi dalam penggunaan situs jejaring sosial ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

 

 

http://www.facebook.com

Affan, Heyder. “Remaja menjadi ‘korban’ Facebook” dalam http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2010/02/100217_facebook.shtml (17-2-2010)

Margianto, Heru. “ I Love Facebook, Epidemi Skizofrenia” dalam www.kompas.com (12-11-2008)

Magdalena, Merry. “Profil Facebook=Tingkat Kenarsisan Anda” dalam www.netsains.com (27-9-2008)

Wiguna, Oktamandjaya. “Mabuk Kepayang Facebook” dalam www.tempointeraktif.com (9-2-2009)

 

 

PS : all, sebagian besar tulisan ini adalah dari makalah KBI saya yang berjudul Dampak Penyalahgunaan Facebook. Namun dalam hal ini lebih diarahkan ke dampak pada anak. OK.

 

PENULISAN INI BUKAN BERARTI FACEBOOK TIDAK MEMILIKI SISI POSITIF. BAHKAN SAYA MERASA SANGAT TERTOLONG DAN MEMERLUKAN FACEBOOK. NAMUN DALAM HAL INI, PENGGUNAAN UNTUK ANAK SEHARUSNYA KITA AWASI DAN BIMBING. WOKKEH? HIDUP FACEBOOK. HAHAH

About these ads

3 thoughts on “Penyalahgunaan Internet, Khususnya Facebook pada Anak (Tugas Sastra Anak 4)

  1. hahahaa…stuju Lun!!
    jgn menyalahkan anak jika salah bergaul, tetapi sudah menjadi tanggung jawab orang dewasa khususnya orang dewasa untuk memantau dan memberi pengertian yang benar tentang sisi positif/negatif situs pertemanan :D

  2. bener, saya setuju banget dengan pendapat anda…..

    apalagi sekarang sudah banyak sekali anak2 yang masih di bawah umur sudah mahir menggunakan situs jejaring sosial ini…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s